Syukuran Gamelan Baru di Gemawang, Warga Sambut dengan Bahagia

Suasana penuh syukur dan kebahagiaan menyelimuti masyarakat Padukuhan Gemawang, Kalurahan Sinduadi, pada Rabu (1/7/2026). Warga menggelar malam syukuran atas diterimanya bantuan satu perangkat gamelan dari Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta melalui dana Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Provinsi DIY.

Bantuan tersebut diterima oleh Kelompok Karawitan Sri Gumawang yang diketuai oleh Danang Adi Pradana. Kelompok yang beranggotakan sekitar 30 orang ini telah terdaftar di Kundha Kabudayan Kabupaten Sleman dan memiliki Nomor Induk Kebudayaan (NIK), sehingga memenuhi persyaratan sebagai penerima bantuan.

Acara syukuran yang digelar di balai padukuhan ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya Anggota DPRD DIY Anton Prabu Semendawaibeserta istri, Anggota DPRD Kabupaten Sleman Dara Ayu Suharto, Dukuh Gemawang Achmad Safii beserta ibu, para Ketua RT dan RW, serta anggota Kelompok Karawitan Sri Gumawang.

Dalam sambutannya, Ketua Kelompok Karawitan Sri Gumawang, Danang Adi Pradana, mengungkapkan rasa syukur yang mendalam. Menurutnya, penantian selama kurang lebih dua tahun akhirnya terwujud. Gamelan yang selama ini digunakan oleh kelompoknya sudah tidak layak pakai, sehingga sering menghambat kegiatan latihan karawitan. “Kami sangat bersyukur dan berterima kasih atas bantuan ini. Semoga gamelan baru ini membawa berkah bagi kami semua,” ujarnya dengan haru.

Anggota DPRD DIY, Anton Prabu Semendawai, dalam sambutannya menjelaskan bahwa warna hijau pada gamelan yang diterima melambangkan kesejukan, ketenteraman, dan keharmonisan, sebagaimana warna yang identik dengan Keraton Yogyakarta. Beliau mengapresiasi semangat masyarakat Gemawang dalam nguri-uri kabudayan Jawa (melestarikan budaya Jawa).

Anton Prabu menegaskan bahwa semangat pelestarian budaya ini sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2012 tentang Keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta, yang menempatkan kebudayaan sebagai salah satu roh utama keistimewaan DIY. “Budaya adalah jati diri kita. Dengan melestarikan gamelan, kita turut menjaga keistimewaan Yogyakarta,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Anton Prabu turut menceritakan pengalaman menarik tentang gamelan yang pernah digunakan sebagai media terapi di sejumlah lembaga pemasyarakatan di Inggris. Menurutnya, gamelan terbukti mampu membantu menurunkan tingkat stres para narapidana. “Gamelan adalah sarana olah rasa yang mengajarkan kesabaran, kekompakan, disiplin, dan ketenangan batin. Ini bukan sekadar seni, tetapi juga pencerahan jiwa,” ungkapnya.

Beliau berharap keberadaan gamelan baru ini dapat mendorong lahirnya kelompok-kelompok karawitan anak-anak dan remaja di Gemawang. Dengan demikian, regenerasi pelaku seni terus berlangsung dan budaya adiluhung Yogyakarta tetap lestari sebagai bagian dari daerah yang istimewa.

Pada kesempatan yang sama, Anggota DPRD Kabupaten Sleman, Dara Ayu Suharto, S.H., menyampaikan berbagai informasi mengenai program-program yang telah dilaksanakan sekaligus menyerap aspirasi masyarakat. Kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus penyerapan aspirasi yang akan diperjuangkan di DPRD Kabupaten Sleman.

Sementara itu, Dukuh Gemawang, Achmad Safii, mewakili masyarakat menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Anton Prabu atas perhatian dan dukungannya. Berkat perjuangan beliau, harapan warga untuk memiliki seperangkat gamelan yang layak akhirnya dapat terwujud.

“Semoga bantuan ini menjadi penyemangat bagi masyarakat, khususnya Kelompok Karawitan Sri Gumawang, untuk terus melestarikan seni karawitan sebagai warisan budaya bangsa yang adiluhung,” ujar Achmad Safii.

Malam syukuran ditutup dengan doa bersama dan pertunjukan karawitan perdana menggunakan gamelan baru, yang disambut antusias oleh seluruh warga yang hadir. Suasana kebersamaan dan kegembiraan terasa kental, menandai babak baru bagi pelestarian budaya di Padukuhan Gemawang. (Edy – Kim Pijar Mlati)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*