Pemantauan Peredaran Makanan Menjelang Hari Raya Idul Fitri di Pasar Cebongan

Suasana berbeda terasa di Pasar Cebongan pada Jumat pagi (6/3/2026). Bukan hanya hiruk pikuk jual beli, sejumlah petugas dari berbagai instansi turut memeriksa satu per satu produk di rak-rak warung. Mereka adalah tim gabungan dari Kapanewon, Puskesmas Mlati 2, Polsek, Koramil, BP4, Kalurahan, dan pengelola pasar yang tengah melakukan pemantauan keamanan pangan.

Dengan teliti, para petugas memeriksa tanggal kadaluwarsa, kondisi kemasan, hingga warna dan tekstur produk yang dijual. Sasaran utama adalah warung sembako, kelontong, pedagang takjil, dan ayam potong. Total ada 27 pedagang yang menjadi objek pemeriksaan hari itu.

Hasilnya, Tim menemukan produk kadaluwarsa masih terpajang di 11 warung. Di dua warung lainnya, petugas menemukan produk yang sudah berjamur. Sementara itu, di tujuh warung, produk yang dijual dalam kondisi rusak, seperti kemasan bolong, tekstur melempem, hingga menggumpal. Yang paling mengkhawatirkan, ditemukan satu warung yang menjual obat-obatan yang sudah kadaluwarsa.

Selain produk kering, tim juga menyoroti salah satu penjual ayam potong yang memberikan harga murah untuk ayam dengan masa simpan mencapai 7 hari.

Meski menemukan berbagai pelanggaran, tim pemantau tidak langsung bertindak represif. Mereka justru mengedukasi para pedagang. “Kami jelaskan bagaimana seharusnya produk yang aman itu, harus ada nomor ijin edar, tanggal kadaluwarsa yang jelas, dan kemasan yang tidak rusak. Warna mencolok juga patut dicurigai,” jelas salah satu petugas.

Pendekatan humanis ini membuahkan hasil. Para pemilik warung yang ditegur langsung menyadari kesalahan dan segera menarik dan menyimpan produk-produk bermasalah tersebut. Mereka berjanji akan lebih teliti ke depannya.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan kesadaran pedagang akan pentingnya menjual produk layak konsumsi semakin meningkat, sehingga masyarakat Mlati tidak ragu berbelanja di pasar tradisional.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*