Perilaku masyarakat berubah seiring dengan kemajuan teknologi. Penyampaian informasi pun bergeser ke sistem digital, yang awalnya disampaikan secara lisan. Siapa menguasai informasi merekalah yang jadi pemenang.
Dalam rangka menghadapi era digital tersebut, Kapanewon Mlati bekerjasama dengan IST AKPRIND Yogyakarta menyelenggarakan pembinaan pengelolaan informasi publik. Target peserta pembinaan ini adalah Pejabat Pengelola Informasi Daerah (PPID) kapanewon dan kalurahan, Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Kapanewon Mlati dan pengelola website kapanewon dan kalurahan. Kegiatan ini dilaksanakan di Ruang Rapat Gedung Serbaguna Kapanewon Mlati, Kamis (21/10) dengan pemateri Amir Hamzah, Muhammad Sholeh, dan Uning Lestari dosen pengajar jurusan teknik informatika dari IST AKPRIND Yogyakarta.
Dalam sambutannya Panewu Anom Mlati, Wawan Hariawan menyampaikan, “Pembinaan ini bertujuan untuk memahami pentingnya penyampaian informasi kepada masyarakat, baik itu terkait dengan pelayanan maupun dengan kegiatan yang dilaksanakan maupun akan dilaksanakan di tingkat Kapanewon maupun di tingkat Kalurahan.”
“Bagaimana penulisan berita yang baik dan bagaimana pengelolaan media sosial, nanti akan disampaikan oleh pemateri.” imbuh Wawan. Selanjutnya, sekaligus berkenan membuka acara ini.
Muhammad Sholeh, dalam materinya menyampaikan terkait teknis menulis berita. “Jurnalisme sering disebut kesusastraan yang terburu buru, penyampaian berita harus up to date. Judul berita harus menarik. Dalam berita harus memuat 5W 1H. Bersifat obyektif dan sesuai dengan realita yang terjadi di lapangan. Penulisan berita menggunakan metode piramida terbalik.” ungkapnya dalam penyampaian materi.
Amir Hamzah, menyampaikan terkait dengan pembuatan, pengelolaan dan pemanfaatan media sosial sekaligus dampak bagi masyarakat. Media sosial dimanfaatkan untuk menciptakan interaksi dan komunikasi sehingga akan memunculkan transformasi masyarakat. Media sosial sangat mempengaruhi kehidupan manusia. Kekuatan media sosial dapat menggerakkan masyarakat untuk melakukan sesuatu. Pengaruhnya sangat besar di kehidupan manusia. Bisa berpengaruh positif dan negatif tergantung konten muatannya.
Sesi terakhir oleh Uning Lestari, menyampaikan, “Seiring dengan kemajuan teknologi informasi dan internet sangat memudahkan manusia. Disamping itu juga ada resiko negatif yang mengiringinya. Muncul kejahatan di dunia maya (cyber crime), kasus penguntitan media maya (cyber stalking) dan penindasan/perundungan/pelecehan dunia maya (cyber bulliying).”
“Solusi terhadap semua itu, harus mengaktifkan pengaman polisi cyber yang ada di perangkat media kita.”, tungkas Uning di akhir materi. (KIM Mlati/Yoko Erwe)

Be the first to comment